Rabu, Agustus 26, 2009 di 23.41 | 0 komentar  
Bayangkan hidup sebagai suatu permainan ketangkasan dimana kita harus memainkan keseimbangan 5 buah bola yang dilempar ke udara.

Bola-bola tersebut bernama : Pekerjaan, Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit dan kita harus menjaga agar ke-5 bola ini seimbang di udara.

Kita akan segera mengerti bahwa ternyata "Pekerjaan" hanyalah sebuah bola karet. Jika kita menjatuhkannya maka ia akan dapat memantul kembali.

Tetapi empat bola lainnya yaitu Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit terbuat dari gelas. Dan jika kita menjatuhkan salah satunya maka ia akan dapat terluka, tertandai, tergores, rusak atau bahkan hancur berkeping-keping.

Dan ingatlah mereka tidak akan pernah kembali seperti aslinya. Kita harus memahaminya benar dan berusaha keras untuk menyeimbangkannya

Bagaimana caranya?

1. Jangan rusak nilai kita dengan membandingkannya dengan nilai orang lain. Perbedaan yang ada diciptakan untuk membuat masing-masing diri kita special.
2. Jangan menganggap remeh sesuatu yang dekat di hati kita, melekatlah padanya seakan-akan ia adalah bagian yang membuat kita hidup, dimana tanpanya, hidup menjadi kurang berarti
3. Jangan biarkan hidup kita terpuruk di 'masa lampau' atau dalam mimpi masa depan. Satu hari hidup pada suatu waktu berarti hidup untuk seluruh waktu hidupmu.
4. Jangan menyerah ketika masih ada sesuatu yang dapat kita berikan. Tidak ada yang benar-benar kalah sampai kita berhenti berusaha.
5. Janganlah takut mengakui bahwa diri kita tidaklah sempurna. Ketidaksempurnaan inilah yang merupakan sulaman benang rapuh untuk mengikat kita satu sama lain.
6. Jangan takut menghadapi resiko. Anggaplah resiko sebagai kesempatan kita untuk belajar bagaimana menjadi berani.
7. Jangan berusaha untuk mengunci cinta dalam hidupmu dengan berkata "tidak mungkin saya temukan". Cara tercepat untuk mendapatkan cinta adalah dengan memberinya, cara tercepat untuk kehilangan cinta adalah dengan menggenggamnya sekencang mungkin, dan cara terbaik untuk menjaga agar cinta tetap tumbuh adalah dengan memberinya 'sayap'.
8. Jangan lupa bahwa kebutuhan emosi terbesar dari seseorang adalah kebutuhan untuk merasa dihargai.
9. Jangan takut untuk belajar sesuatu. Ilmu pengetahuan adalah harta karun yang selalu dapat kita bawa kemanapun tanpa membebani.

Dan akhirnya :

MASA LALU adalah SEJARAH , MASA DEPAN merupakan MISTERI dan SAAT INI adalah KARUNIA. Itulah kenapa dalam bahasa Inggris SAAT INI disebut "The Present".

*************************************************************************************
Free your heart from hatred�
Free your mind from worries.
Live simply.�
Give more.
Expect less.
Diposting oleh zoepsmilano Label: ,
Rabu, Agustus 19, 2009 di 17.43 | 0 komentar  
Ini tentang kekecewaan...

Dari awal ku tak pernah berminat untuk menjadi bagian dari perusahaan ini. Perusahaan yang dipimpin oleh management yang hanya tahu tentang mencari pembenaran atas putusan-putusannya. Ini lebih buruk dari yang aku kira. Tidak semua memang..! Ku kecewa terhadap lontaran kebijakan yang keluar dari mulutnya, dari sumber isi kepala yang tak pernah ia cerna. Kalian bayangkan, dengan Motto menjadikan perusahaan "go International", tapi tak menyadari bahwa mereka menggunakan management yang keropos, tak ada jaminan untuk masa depan bagi karyawan, status kontrak dengan perhitungan harian, tak ada tunjangan apalagi bicara soal kesejahteraan. Ini bukan perusahaan yang salah, management yang tak pernah dengan sadar bahwa ia berada di posisinya, hanya untuk membela diri, memperkaya diri tapi mencekik dengan setiap kebijakan-kebijakan sampahnya. Kalian bayangkan,Status sebagian karyawan yang Long Shift, dengan disetujui oleh Direktur Perusahaan malah ia permasalahkan, sedangkan yang Short Shift, over time tanpa persetujuan, tetap dibayar bahkan lebih besar dari yang Long Shift. Ini menggelikan!!! Mereka anggap semua ini benar. Ketika dikoreksi, bereka berargumen bahwa mereka kecolongan selama ini. Lucu..sangat tidak masuk akal, karena infirmasi ini masuk jauh sebelum masalah ini menjadi besar..

Hai pembuat kebijakan blunder, dengan apa kalian berada di sana?? Jika dengan background pendidikan, tidak mungkin kalian membuat kebijakan yang aneh. Jangan anggap kalian hebat, karena kalian tidak lebih baik dari kami korban kebijakan. Koreksi diri, kalian pikir itu membanggakan?? sama sekali tidak, justru memalukan!!!
Diposting oleh zoepsmilano Label:
Kamis, Agustus 13, 2009 di 18.14 | 0 komentar  

Ernesto Guevara Lynch de La Serna (Rosario, Argentina, 14 Juni 1928 - Bolivia, 9 Oktober 1967) adalah pejuang revolusi Marxis Argentina dan seorang pemimpin gerilya Kuba.

Guevara dilahirkan di Rosario, Argentina, dari keluarga berdarah campuran Irlandia, Basque dan Spanyol. Tanggal lahir yang ditulis pada akte kelahirannya yakni 14 Juni 1928, namun yang sebenarnya adalah 14 Mei 1928.

Sejak usia dua tahun Che Guevara mengidap asma yang diderita sepanjang hidupnya. Karena itu keluarganya pindah ke daerah yang lebih kering yaitu daerah Alta Gracia (Córdoba) namun kesehatannya tidak membaik. Pendidikan dasar ia dapatkan di rumah sebagian dari ibunya, Celia de la Serna. Pada usianya yang begitu muda, Che Guevara telah menjadi seorang pembaca yang lahap. Ia rajin membaca literatur tentang Karl Marx, Engels dan Sigmund Freud yang ada di perpustakaan ayahnya. Memasuki sekolah menegah pertama (1941) di Colegio Nacional Deán Funes (Córdoba). Di sekolah ini dia menjadi yang terbaik di bidang sastra dan olahraga. Di rumahnya Che Guevara tergerak hatinya oleh para pengungsi perang sipil Spanyol juga oleh rentetan krisis politik yang parah di Argentina. Krisis ini memuncak di bawah pemerintahan diktator fasis kiri Juan Peron, seorang yang ditentang Guevara. Berbagai peristiwa tertanam kuat dalam diri Guevara, ia melihat sebuah penghinaan dalam pantomim yang dilakonkan di Parlemen dengan demokrasinya dan muncul pulalah kebenciannya akan politisi militer beserta kaum kapitalis dan yang terutama kepada dolar Amerika Serikat yang dianggap sebagai lambang kapitalisme.

Meskipun demikian dia sama sekali tidak ikut dalam gerakan pelajar revolusioner. Ia hanya menunjukkan sedikit minat dalam bidang politik di Universitas Buenos Aires (1947) tempat ia belajar ilmu kedokteran. Pada awalnya ia hanya tertarik memperdalam penyakitnya sendiri namun kemudian dia tertarik pada penyakit kusta.

a kembali ke daerah asalnya dengan sebuah keyakinan bulat atas satu hal bahwa ia tidak mau menjadi profesional kelas menengah dikarenakan keahliannya sebagai seorang spesialis kulit. Kemudian pada masa revolusi nasional ia pergi ke La Paz, Bolivia di sana ia dituduh sebagai seorang oportunis. Dari situ ia melanjutkan perjalanan ke Guatemala dan mencukupi kebutuhan hidupnya dengan menulis artikel arkeologi tentang reruntuhan Indian Maya dan Inca. Guatemala saat itu diperintah oleh Presiden Jacobo Arbenz Guzman yang seorang sosialis. Meskipun Che telah menjadi penganut paham marxisme dan ahli sosial Lenin ia tak mau bergabung dalam Partai Komunis. Hal ini mengakibatkan hilangnya kesempatan baginya untuk menjadi tenaga medis pemerintah, oleh karena itu ia menjadi miskin. Ia tinggal bersama Hilda Gadea, penganut paham Marxis keturunan Indian lulusan pendidikan politik. Orang inilah yang memperkenalkannya kepada Nico Lopez, salah satu Letnan Fidel Castro. Di Guatemala dia melihat kerja agen CIA sebagai agen kontrarevolusi dan semakin yakin bahwa revolusi hanya dapat dilakukan dengan jaminan persenjataan. Ketika Presiden Arbenz turun jabatan, Guevara pindah ke Kota Mexico (September 1954) dan bekerja di Rumah Sakit Umum, diikuti Hilda Gadea dan Nico Lopez. Guevara bertemu dan kagum pada Raúl Castro dan Fidel Castro juga para emigran politik dan ia menyadari bahwa Fidel-lah pemimpin yang ia cari.

Ia bergabung dengan pengikut Castro di rumah-rumah petani tempat para pejuang revolusi Kuba dilatih perang gerilya secara keras dan profesional oleh kapten tentara Republik Spanyol Alberto Bayo, seorang pengarang "Ciento cincuenta preguntas a un guerilleo" (Seratus lima puluh pertanyaan kepada seorang gerilyawan) di Havana, tahun 1959. Bayo tidak hanya mengajarkan pengalaman pribadinya tetapi juga ajaran Mao Ze Dong dan Che (dalam bahasa Italia berarti teman sekamar dan teman dekat) menjadi murid kesayangannya dan menjadi pemimpin di kelas. Latihan perang di tanah pertanian membuat polisi setempat curiga dan Che beserta orang-orang Kuba tersebut ditangkap namun dilepaskan sebulan kemudian.

Pada bulan Juni 1956 ketika mereka menyerbu Kuba, Che pergi bersama mereka, pada awalnya sebagai dokter namun kemudian sebagai komandan tentara revolusioner Barbutos. Ia yang paling agresif dan pandai dan paling berhasil dari semua pemimpin gerilya dan yang paling bersungguh-sungguh memberikan ajaran Lenin kepada anak buahnya. Ia juga seorang yang berdisiplin kejam yang tidak sungkan-sungkan menembak orang yang ceroboh dan di arena inilah ia mendapatkan reputasi atas kekejamannya yang berdarah dingin dalam eksekusi massa pendukung fanatik presiden yang terguling Batista. Pada saat revolusi dimenangkan, Guevara merupakan orang kedua setelah Fidel Castro dalam pemerintahan baru Kuba dan yang bertanggung jawab menggiring Castro ke dalam komunisme yang menuju komunisme merdeka bukan komunisme ortodoks ala Moskwa yang dianut beberapa teman kuliahnya. Che mengorganisasi dan memimpin "Instituto Nacional de la forma Agraria", yang menyusun hukum agraria yang isinya menyita tanah-tanah milik kaum feodal (tuan tanah), mendirikan Departemen Industri dan ditunjuk sebagai Presiden Bank Nasional Kuba dan menggusur orang orang komunis dari pemerintahan serta pos-pos strategis. Ia bertindak keras melawan dua ekonom Perancis yang beraliran Marxis yang dimintai nasehatnya oleh Fidel Castro dan yang menginginkan Che bertindak lebih perlahan. Che pula yang melawan para penasihat Uni Soviet. Dia mengantarkan perekonomian Kuba begitu cepat ke komunisme total, menggandakan panen dan mendiversifikasikan produksi yang ia hancurkan secara temporer.


Pernikahan Che Guevara

Pada tahun 1959, Guevara menikahi Aledia March, kemudian berdua mengunjungi Mesir, India, Jepang, Indonesia yang juga hadir pada Konfrensi Asia Afrika, Pakistan dan Yugoslavia. Sekembalinya ke Kuba ia diangkat sebagai Menteri Perindustrian, menandatangani pakta perdagangan (Februari 1960) dengan Uni Soviet yang melepaskan industri gula Kuba pada ketergantungan pasar Amerika. Ini merupakan isyarat akan kegagalannya di Kongo dan Bolivia sebuah aksioma akan sebuah kekeliruan yang tak akan terelakkan. "Tidaklah penting menunggu sampai kondisi yang memungkinkan sebuah revolusi terwujud sebab fokus instruksional dapat mewujudkannya" ucapnya dan dengan ajaran Mao Ze Dong ia percaya bahwa daerah daerah pasti membawa revolusi ke kota yang sebagian besar penduduknya adalah petani. Juga pada saat ini ia menyebarkan filosofi komunisnya (diterbitkan kemudian dalam "The Socialism and Man in Cuba", 12 Maret 1965). Ia meringkas pahamnya menjadi "Manusia dapat sungguh mencapai tingkat kemanusiaan yang sempurna ketika berproduksi tanpa dipaksa oleh kebutuhan fisiknya sehingga ia harus menjual dirinya sebagai barang dagangan".


Penentangan resminya terhadap komunis Uni Soviet tampak ketika dalam organisasi untuk Solidaritas Asia Afrika di Aljazair (Februari 1965) menuduh Uni Soviet sebagai kaki tangan imperialisme dengan berdagang tak hanya dengan negara-negara blok komunis dan memberikan bantuan pada negara berkembang sosialis atas pertimbangan pengembaliannya. Ia juga menyerang pemerintahan Soviet atas kebijakan hidup bertetangga dan juga atas Revisionisme. Guevara mengadakan konferensi Tiga Benua untuk merealisasikan program revolusioner, pemberontakan, kerjasama gerilya dari Afrika, Asia dan Amerika Selatan. Di samping itu setelah terpaksa berhubungan dengan Amerika Serikat, ia sebagai perwakilan Kuba di PBB menyerang negara-negara Amerika Utara atas keserakahan mereka dan imperialisme yang kejam di Amerika Latin.


Sikap Che yang tidak kenal kompromi pada dua negara kapitalis mendorong negara komunis untuk memaksa Castro memberhentikan Che (1965, bukan secara resmi tetapi secara nyata. Untuk beberapa bulan tempat tinggalnya dirahasiakan dan kematiannya santer diisukan. Ia berada di berbagai Negara Afrika terutama Kongo di mana dia mengadakan survei akan kemungkinan mengubah pemberontakan Kinshasa menjadi sebuah revolusi komunis dengan taktik gerilya Kuba. Ia kembali ke Kuba untuk melatih para sukarelawan untuk proyek ini dan mengirim kekuatan 120 orang Kuba ke Kongo. Anak buahnya bertempur dengan sungguh-sungguh tetapi tidak demikian halnya dengan para pemberontak Kinshasa. Mereka sia-sia saja melawan kekejaman Belgia dan ketika musim gugur 1965 Che meminta Castro untuk menarik mundur saja bantuan Kuba.


ref : http://che-guerama.blogspot.com/
Diposting oleh zoepsmilano Label: ,
Ilustrasi tentang sebuah keluarga
Oleh: Zoepsmilano

Perahu itu begitu besar dan mewah. Pada awal pembuatannya, perahu itu terkesan ekslusif, sekalipun masih kalah mewah jika dibandingkan dengan produk luar. Perahu itu begitu menyilaukan mata., siapapun ingin turut serta berlayar dengan perahu itu. Karena apa yang mereka impikan hampir dapat diwujudkan dengan perahu itu. Perahu itu seolah menjadi lampu ajaib dalam cerita dongeng Aladdin.

Aku adalah bagian dari kemewahan perahu itu. Ya, aku bangga menjadi bagiannya.
Hari demi hari sampai bertahun-tahun, perahu itu berlayar mengarungi samudera, menghadapi segala rintangan, ombak besar, badai meskipun dapat dilalui dengan perlahan.
Aku perhatikan sang kapten, dia adalah nakhoda yang dapat diandalkan. Dia tidak pernah belajar secara khusus bagaimana kendalikan sebuah perahu besar. Pengalamannya, cukup baginya untuk mensiasati segala kemungkinan di luasnya samudera. Dalam hatiku, aku sangat kagum padanya. Dia acapkali tidak pedulikan keselamatannya, dia acapkali kelelahan, tapi dia tak hiraukan itu, karena dia tahu dibelakanngnya adalah orang-orang yang harus ia selamatkan, orang-orang yang bergantung padanya dalam melewati samudera ganas.

Kini, sang kapten itu terlihat rapuh. Bahkan untuk senyumpun ia kesulitan. Tapi ia tidak pernah menyerah dengan keadaan. Satu ketika, ia meminta kepadaku untuk kendalikan dan menakhodai perahu ini. Aku bangga, tapi keraguan selalu ada setiap saat. Mampukah aku kendalikan perahu sebesar ini? Dia hanya berkata..Cobalah!!

Dalam situasi dan kondisi sang kapten yang mulai rapuh, aku tak punya banyak pilihan. Ku mulai pegang kendali dan sanng kapten selalu berada di sampingku, dalam keadaannya yang terbatuk-batuk. Dalam hatiku, aku belum siap, kapten!! Kendalikan perahu sebesar ini, dengan kondisi perahu yang mulai tidak stabil, kebocoran dimana-mana, sedangkan samudera semakin ganas menghadangku. Aku tak punya pilihan. Ini bukan hanya tentangku, tentang sang kapten, tapi tentang mereka semua penumpang di kapal ini.

Beberapa kali perahu ini terhempas terkena hantaman badai dahsyat. Beberapa kali kuterjauh. Tapi ku harus bertahan. Ini berat bagiku, tak ada pilihan lain selain berjuang.
Sesekali ku menoleh ke belakang, dengan linangan air mata kuberjanji akan membawa mereka ke lautan tenang, lautan yang dapat membuat kami tersenyum bahagia, tanpa tetesan air mata, tanpa kekhawatiran, dan satu saat kusandarkan perahu ini di daratan kebahagiaan.

Tugas dan tanggung jawabku membuat aku tak begtu kenal banyak orang. Itu bukan masalah besar. Ya, satu ketika aku akan menjadikan perahu ini hebat kembali seperti awal pembuatannya.
Aku akan beri kebahagiaan dan kebahagiaan pada sang kapten dan seluruh penumpang di perahu ini.
Sesungguhnya sedikit senyuman mereka adalah penggugah semangatku, karena telah begitu lama ku melihat murung di wajah mereka karena khawatir akan hadangan badai yang semakin jauh kami berllayar, semakin dahsyat.

Aku hanya berfikir perahu ini tidak tenggelam,
Aku hanya berfikir tentang lautan tenang, dan
Aku hanya berfikir badai akan segera berlalu...

Demi satu kebahagiaan abadi bagi penumpang di perahu ini..
Demi kebanggaanku, bahwa dengan kemampuan terbatas dan tekhnik paling dasar, aku bisa kendalikan sebuah perahu besar..
Demi mereka, karena mereka adalah KELUARGAKU...
Diposting oleh zoepsmilano Label:
Rabu, Agustus 12, 2009 di 21.49 | 0 komentar  
Sebuah Kisah Nyata

Namaku Ucup Suprona. Thun 2000 aku lulus dari SMI Cipasung-Tasikmalaya, dan melanjutkan belajar di Bandung. UNISBA adalah kampusku. Aku kuliah di fakultas ilmu komunikasi.

Tahun 2002 adalah kenangan terburukku. Tentang kecewaku terhadap sang pujaan hati yang tela membuatku menjadi seorang yang traumatis.Hubungan kami terjalin sejak awal SMU. Dengan berat hati, dia harus kulepaskan. Hari berlalu dengan kemurungan. Tak ada fikiran apa-apa kecuali tentangnya. Satu minggu sejak kulepaskan dia, aku pulang ke rumah untuk tenangkan diri dan fikiran.
Pagi itu kuberkemas dan siap berangkat menuju terminal leuwi panang-Bandung.Di terminal Bus ARIMBI adalah tujuanku. Dan kumulai masuk ARIMBI, tanpa sengaja ku duduk di samping sang kakek, da mulailah kami bercakap-cakap. Bus mulai melaju tinggalkan terminal. Sang kakek memulai obrolannya dari yang ringan sampai berat di fikiran. Memasuki Padalarang, sang kakek menatapku tajam tanpa sedikitpun mengedipkn mata. Menatapku!! Aku bingung, akhirnya ku bertanya,

“ ada apa, kek?” si kakek hanya tersenyum da ia mulai menjawabnya
“ tidak ada apa-apa, nak!! Nak, boleh saya bertanya?”
“Boleh, kek!!” jawabku.
“orang tuamu seorang wiraswasta? Dan kamu adalah orang yang paling diharapkannya?termasuk orang yang paling disayangnya?”
aku kaget, dan kujawab “benar, kek” ,
“nak, kamu sedang punya masalah, masalah percintaan dengan seorang gadis yang sangat kamu sayang?” aku kaget, darimana si kakek ini bisa tahu, pikirku.
“benar, kek. Darimana kakek bisa tahu?” dan lagi-lagi kakek itu hanya tersenyum.
“aku melihatnya dan mengetahuinya dari urat di wajahmu, nak!”
“maksudnya?” tanyaku penasaran.

“nak, kamu boleh percaya atau tidak.saat ini orang yang kamu sayangi, tidak menyayangi kamu. Dan orang yang tidak kamu sayangi, justru menyayangi kamu..itu yang kakek baca dari wajahmu”

Aku hanya tertawa kecil “kalu benar demikian, kapan aku memiliki seseorang yang diantara kami saling mencintai, kek?”

Kakek itu terdiam, “ada saatnya” jawab si kakek singkat.

Pembicaraan kami terhenti beberapa saaat sambil terus kuberfikir. Harus kuakui, ramalan si kakek telah mengguncang fikiranku. Benarkah demikian?? Ah..itu hanya ramalan.

Ketika ku terdiam, si kakek menegurku sambil berusaha menghiburku.

“nak, masa depanmu cerah, sekalipun sangat sulit untuk mencapainya. Jangan sia-siakan waktumu,berbuatlah terus yang positif untuk masa depanmu. Kelak, apa yang kamu impikan itu terwujud..hatimu sedang goncang, nak! Jangan biarkan it uterus terjadi. Dengan watak kerasmu, kamu adalah pribadi yang menyenangkan. Pelajari hidup dan lingkungnmu, dan kamu punya kapasitas itu”

Aku merenung, dan s kakek menawarkan makanan padaku, yang sebenarnya itu adalah oleh-oleh untuk cucunya.

“Nak, dalam hidup, banyak yang harus dikorbankan dan diperjuangkan, dan lingkungan adalah pengaruh terbesar. Pintar-pintarlah bergaul, adaptasikan dirimu sebaik mungkin..orang bijak berkata, ketika kamu masuk kandang kambing, kamu boleh mengembik, dan ketika kamu masuk kandang ayam, kamu boleh berkokok, tapi kamu bukan kambinh dan kamu bukan ayam…”

“saya mengerti, kek!!” sahutku

Begitu lama kami mengobrol. Tak teasa bus yang kami tumpangi telah sampai di tangerang. Akhirnya ku pamit pada si kakek, akupun turun dari bis.

Ucapan-ucapan si kakek begitu mempengaruhi pikiranku. Terutama tentang ramalan cinta.

Begitupun tentang nasihat-nasihat itu. Tentang ramalan, terbukti dan terasa sampai saat ini. Dalam sadarku, terkadang kubertanya, dimanakah si kakek itu? Hanya untuk menanyakan, kapan semua dilema ini akan berakhir??

**********************************************************************************
Si kakek adalah seorng Professor dari bidang hkum. Ia belajar secara otodidak tentang berbagai ilmu, khususnya ilmu psikologi. Bahkan ia pernah tinggal di kolong jembatan Pasteur Bandung selama hampir 3 tahun, hanya untuk mempelajari hidup dan psikologi orang-orang di sekitar kolong itu.

Terima kasih nasihatnya, kek!

Untuk ramalannya, kapan semua ini berakhir??
Diposting oleh zoepsmilano Label: , ,
Seorang cadel ingin membeli nasi goreng yang sering mangkal didekat rumahnya.
cadel:"bang, beli nasi goleng satu "
abang:"apa...?" (.....ngeledek.)
cadel:"Nasi Goleng!
abang:"Apaan...?(.....Ngeledek lagi.)
cadel:"Nasi Goleng!!!"
abang:"ohh nasi goleng..."

Sambil ditertawakan oleh pembeli yang lain dan pulanglah si cadel dengan sangat kesal.

Sesampainya di rumah dia bertekad untuk berlatih mengucapkan "nasi goreng" dengan benar. Hingga akhirnya dia mampu mengucapkan dengan baik dan benar.

Hari 2.
Dengan perasaan bangga, si cadel ingin menunjukkan bahwa dia bisa mengucapkan pesanan dengan tidak cadel lagi.
cadel:"bang...,saya mau beli NASI GORENG, bungkus!!!"
abang:"ohh...pake apa?"
cadel:"...pake telol..."

Sambil sedih...Akhirnya kembali dia berlatih mengucapkan kata "telor" sampai benar.

Hari 3.
Untuk menunjukkan bahwa dia mampu, dia rela 3 hari berturut-turut makan nasi goreng:
cadel:"bang..., beli NASI GORENG, Pake TELOR !!! dibungkus!"
abang:"ceplok atau dadar ?"
cadel:"dadal..." Dengan spontan.
Kembali dia berlatih dengan kesal.

Hari 4.
Dengan modal 4 hari berlatih lidah hari ini dia yakin mampu memesan dengan tanpa ditertawakan.
cadel:"bang..., beli NASI GORENG, Pake TELOR, di
DADAR!"
abang:"hebat kamu 'del, udah nggak cadel lagi nich, harganya Rp.2500 del."
Si cadel menyerahkan uang Rp.3000 kepada si abang, namun si abang tidak memberikan kembaliannya, hingga si cadel bertanya:
cadel: "bang.., kembaliannya?"
abang: "oh iya, uang kamu Rp.3000, harganya Rp.2500, kembalinya berapa del?" sambil senyum ngeledek.

Si cadel gugup juga untuk menjawabnya, dia membayangkan besok bakal makan nasi goreng lagi.
Tapi akhirnya dia menjawab:"...GOPEK...!!!"
Sambil tersenyum penuh kemenangan
*********************************************************************************

INTI DALI CELITA INI ADALAH HIDUPLAH TELUS DGN PENUH PELJUANGAN !! JANGAN MENYELAH YACH !! MELDEKA !
Diposting oleh zoepsmilano Label: ,
Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur? ketika kita menangis? Ketika kita membayangkan? Ini karena hal terindah di dunia tidak terlihat.
Ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan Cinta.

Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan, seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan, tapi melepaskan bukan akhir dari dunia, melainkan awal suatu kehidupan baru, kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis, mereka yang tersakiti, mereka yang telah dan tengah mencari, dan mereka yang telah mencoba.

Karena merekalah yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka. Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya, adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia.

Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum dan berkata 'aku turut berbahagia untukmu'. Apabila cinta tidak bertemu, bebaskan dirimu, biarkan hatimu kembali ke alam bebas lagi, kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.

Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu mendapatkan keinginannya, melainkan mereka yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan, kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada, cintamu akan tetap dihatinya, sebagai penghargaan abadi atas pilihan-pilihan hidup yang telah kau buat.

Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata 'aku lupa..' Menunggu selamanya ketika kamu berkata 'tunggu sebentar'. Tetap tinggal ketika kamu berkata 'tinggalkan aku sendiri'. Membuka pintu meski kamu belum mengetuk dan belum berkata 'bolehkah saya masuk?' Mencintai juga bukanlah bagaimana kamu melupakan dia bila ia berbuat kesalahan, melainkan bagaimana kamu memaafkan.

Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan, melainkan bagaimana kamu mengerti, bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu rasa, bukanlah bagaimana kamu melepaskan, melainkan bagaimana kamu bertahan. Lebih menyakitkan menangis dalam hati dari pada menangis tersedu atau mengadu, air mata yang keluar dapat dihapus, sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka dihatimu yang tidak akan pernah hilang.

Sayang dalam cinta, kita sangat jarang peduli, tapi ketika cinta itu tulus, meskipun kau acuhkan, cinta tetap mulia, dan kamu seharusnya berbahagia, hatimu dapat mencintai seseorang yang kau sayang.

Mungkin akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.

KADANG KALA, ORANG YANG PALING MENCINTAIMU ADALAH ORANG YANG TAK PERNAH MENYATAKAN CINTA PADAMU,
KARENA IA TAKUT KAU BERPALING DAN MEMBERI JARAK, DAN BILA SUATU SAAT IA PERGI ,
KAU AKAN MENYADARI IA ADALAH CINTA YANG TIDAK KAMU SADARI
Diposting oleh zoepsmilano Label:
Visit the Site
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger templates